Rabu, 01 Oktober 2008

Posted by WAHYU KRISNANTO 07.59, under | No comments


Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Dalam kelembutan lidah ada keterlanjuran kata. Dalam gurau dan canda ada khilaf dan dosa. Bersama terbitnya matahari pagi di hari yang Fitri ini, kami sekeluarga menghaturkan "SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H. - MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN"

Rabu, 30 Juli 2008

BAGAIMANA KITA MEMAKNAI KEGAGALAN ?

Posted by WAHYU KRISNANTO 20.47, under | No comments


Adalah suatu hal yang lumrah dan alami, bila dalam kehidupan kita selalu berharap memperoleh kesuksesan. Kita selalu bermimpi ataupun berangan-angan untuk memperoleh kesuksesan dalam setiap aspek kehidupan dalam diri kita. Dalam kenyataan angan, harapan dan mimpi kita tersebut tidak berjalan semulus harapan kita. Banyak hal yang menjadikan angan, harapan dan mimpi kita tersebut mengalami kegagalan.

Terkadang sesuatu Nampak seperti sebuah kegagalan, meski tidak bisa pula dikatakan sebagai kegagalan, dan kadang kegagalan itu hanyalah sebuah kegagalan kecil. Kita semua membuat kesalahan. Tanpa kegagalan, kita tidak akan pernah belajar. Bahkan sebuah iklan rokok pernah menjadikan kegagalan sebagai sebuah jargon produk “Kegagalan adalah Kesuksesan yang tertunda”.

Sebuah kegagalan dirasa jauh lebih baik daripada kita tidak pernah melakukan apapun. Dengan memiliki sikap ini, kita diharapkan untuk selalu optimis dalam memandang hidup kita. Kita selalu berjuang dan berusaha untuk mencapai sebuah kesuksesan. Dengan kata lain pula bahwa kegagalan ataupun kesuksesan bukan sesuatu hal yang utama dalam diri kita, tetapi usaha adalah sesuatu yang paling penting dalam hidup kita. Tanpa berusaha, seseorang tidak akan tahu letak kegagalan dan kesuksesannya.

Siapa yang tidak kenal dengan Thomas Alfa Edison sebagai penemu listrik dan lampu. Mungkin tanpa beliau, saat ini kita tidak dapat menikmati terang dan indahnya lampu yang berwarna-warni. Tanpa dia pula, mungkin kita tidak dapat browsing internet, karena tidak diketemukannya listrik.

Yang kita ketahui hanyalah kesuksesan dari Thomas Alfa Edison dalam menciptakan lampus dan listrik saja. Tetapi pernahkan kita melihat bagaimana proses penciptaan lampu dan listrik oleh Thomas Alfa Edison. Dalam proses menciptakan lampu, laboratorium Thomas Alfa Edison terbakar habis, yang menyebabkan seluruh hasil penelitian dan eksperimennya juga habis terbakar pula. Banyak orang yang menyarankan agar ia menghentikan penelitian dan eksperimennya. Namun Thomas Alfa Edison mengatakan: “Musibah ini tidak menghentikan langkahku untuk melakukan penelitian dan eksperimen. Musibah ini memberikan hikmah bagiku untuk bisa lebih berinovasi lagi”.

Bagaimana Anda memandang kegagalan? Apakah Anda menganggapnya sebagai akhir dari segalanya atau sebagai bagian dari proses mencapai impian Anda? Pilihannya ada di tangan Anda sendiri.

Rabu, 28 Mei 2008

WAWASAN NUSATARA

Posted by WAHYU KRISNANTO 20.20, under | No comments

Di dalam materi kuliah Wawasan Nusantara ini, mahasiswa diharapkan :
1. Memahami tentang wawasan nasional dalam kehidupan bernegara.
2. Memahami tentang konsepsi bangsa, negara dan kewilayahan indonesia.

Materi tentang wawasan nusantara, dapat anda download pada alamat berikut:
http://www.4shared.com/file/49343120/127dba69/WAWASAN_NUSANTARA.html

Sabtu, 24 Mei 2008

PERTIMBANGAN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN

Posted by WAHYU KRISNANTO 10.17, under | 1 comment

Membuat keputusan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan karena keputusan yang diambil akan melibatkan diri sang pemimpin, orang yang dipimpin, serta lingkungan dan organisasi tempat orang itu berada. Uraian berikut merupakan penjelasan yang dapat membantu seorang pemimpin mengembangkan kemampuannya dalam membuat keputusan yang baik.

a. Tidak emosional
Selama Anda masih merasa ragu-ragu, belum mengetahui dengan pasti apa yang dikehendaki Tuhan, jangan mengambil keputusan. Jangan pula membuat keputusan bila emosi Anda dalam keadaan yang labil, terburu-buru, dan tidak tenang.

b. Keputusan tegas dan jelas
Keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin, harus senantiasa tegas dan jelas, tidak membuat orang lain merasa bingung. Selalu ada kemungkinan bahwa ada orang lain yang tidak dapat menerima keputusan yang jelas dan tegas itu. Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan buatlah perhitungan yang matang, analisa yang tepat, dan evaluasi yang objektif. Biasanya, seorang pemimpin sudah memiliki gambaran tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi karena keputusan itu dan itulah alasan mengapa ada sasaran yang jelas yang akan dituju oleh keputusan itu.

Selanjutnya, penting untuk memberikan kesempatan pada orang lain untuk melahirkan dan mengemukakan pendapat dan pemikirannya, meskipun Anda telah membuat perhitungan tentang keputusan akhir. Menunggu dengan sabar adalah penting bagi seorang pemimpin karena Anda jugalah yang berhak membuat keputusan finalnya. Dengan menahan diri, orang lain akan dengan senang hati ikut melaksanakan keputusan yang Anda tetapkan karena mereka pun turut ambil bagian di dalamnya.

c. Keputusan terarah pada tujuan tunggal yang luas
Keputusan yang tunggal, namun luas selalu lebih efektif dalam menggerakkan orang-orang yang dipimpin. Jangan membuat keputusan dengan bermacam-macam tujuan yang kecil. Banyaknya tujuan akan merepotkan orang yang dipimpin. Mereka akan merasa bingung untuk menentukan tujuan mana yang harus dicapai terlebih dahulu. Lebih buruk lagi bila tiap-tiap orang yang dipimpin memiliki tujuan yang berbeda-beda. Ada yang memilih tujuan A, ada yang ingin mencapai tujuan B, dst. Tujuan yang tunggal dan luas itu lebih terarah, lebih mempersatukan, dan lebih mendorong tiap orang untuk mencapai tujuan. Jadilah seorang pemimpin yang memiliki tujuan dan perkara yang besar. Kebesaran, kekuatan, dan kewibawaan seorang pemimpin sangat dipengaruhi oleh luas atau tidaknya tujuan yang hendak dicapai.

d. Keputusan sesuai dengan prioritas
Seorang pemimpin selalu dihadapkan pada berbagai tugas dan kesibukan. Semuanya dirasakan penting dan harus dikerjakan dengan baik. Namun, tidak mungkin seorang pemimpin dapat melakukan semua tugasnya sekaligus dengan hasil yang sama baiknya. Oleh karena itu, Anda perlu menyusunnya sesuai prioritas. Prioritas dapat menolong kita dalam melaksanakan tugas secara teratur dan disiplin.

Menyusun prioritas bisa menjadi hal yang sulit. Adakalanya semua tugas kelihatannya perlu diprioritaskan atau diutamakan. Namun, sebenarnya Anda masih bisa menempatkan hal lain yang lebih utama. Jika Anda tidak tahu mana yang lebih utama, Anda akan mengalami banyak kegagalan.

Dengan menyusun prioritas, Anda bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan sebaik mungkin karena tugas dikerjakan satu per satu hingga selesai. Namun, bila Anda mengerjakan beberapa tugas dalam waktu bersamaan, hasil yang diperoleh tidak akan memuaskan karena pikiran dan tenaga Anda terbagi dan fokus Anda menyebar. Hasil yang maksimal itu akan memuaskan Tuhan, sekaligus memuaskan Anda dan orang-orang yang turut ambil bagian dalam melaksanakan tugas tersebut.

e. Rela membayar harga keputusan
Untuk bisa menjadi saluran air, sebilah bambu harus mengalami proses yang panjang dan tidak mengenakkan. Pertama, ia harus dipotong lepas dari akarnya, lalu setiap cabang dan rantingnya harus dibersihkan. Tidak hanya itu, setiap ruas yang ada di dalam bambu juga harus dibersihkan agar air dapat mengalir dengan leluasa. Baru setelah itu, bambu dapat digunakan untuk mengalirkan air dan menyuburkan tanah yang kering.

Begitu juga dengan seorang pemimpin. Agar dapat menjadi pemimpin yang baik, ia harus mau mengorbankan ego dan keakuannya. Proses pembentukan itu memang tidak mengenakkan, bahkan kadang menyakitkan bagi kita. Perlu kita ketahui bahwa untuk mencapai hal yang baik diperlukan pengorbanan.

f. Berani bertanggung jawab atas tiap kegagalan
Setiap pemimpin harus menyadari bahwa tidak pernah ada pemimpin yang tidak gagal, betapa pun bijaksananya, luasnya pandangan, atau cakapnya dia dalam memimpin. Yang penting, setiap kegagalan itu diterima dengan rendah hati, lapang dada, dan ikhlas, terutama ikhlas kepada Tuhan. Dan juga, dalam membuat keputusan haruslah diperhitungkan bahwa kegagalan itu mungkin saja terjadi dan Anda harus berani bertanggung jawab atas tiap kegagalan itu.

Tidak banyak pimpinan yang berani seperti itu. Kecenderungan yang ada ialah melemparkan kegagalan dan mencari kesalahan pada orang lain, situasi, atau lingkungan. Perhatikanlah bahwa hanya satu jari yang kita gunakan untuk menyalahkan orang lain, sedangkan tiga jari lainnya terarah kepada diri sendiri. Ini berarti bahwa sepantasnyalah kita lebih memeriksa diri kita sendiri atas setiap kegagalan yang diterima.

Rasa tanggung jawab seorang pemimpin mendorongnya untuk berani mengambil risiko dan memikul kesalahan anggotanya. Tindakan seperti ini tidak menghancurkan wibawa seorang pemimpin, malahan akan membuat para anggota semakin menghargai Anda karena Anda terbukti sebagai seorang pemimpin yang bertanggung jawab, rela menderita dan memikul sebagian kesalahan anggota.

g. Berani melaksanakan keputusan
Setiap keputusan yang telah diambil harus segera dilaksanakan, untuk meningkatkan tingkat kepercayaan anggota tim kepada pemimpinnya. Hal ini disebabkan dengan tidak dipercayanya pimpinan oleh anggota tim, maka efektifitas kerja anggota tim tidak dapat tercapai.

(Disadur dari e-leadership)

Kamis, 24 April 2008

TATAHKANLAH KEBAIKAN ORANG LAIN DI ATAS BATU DAN TULISLAH KEBAIKAN KITA DI ATAS PASIR

Posted by WAHYU KRISNANTO 20.55, under | No comments


“Udah dibantu nggak ngucapin terima kasih”. Kalimat ini yang sering secara tidak sadar kita ucapkan (lebih tepatnya cemoohan) pada seseorang yang mungkin lupa atau memang melupakan atas pertolongan yang pernah kita perbuat kepadanya. Dalam kehidupan modern yang penuh individualism ini jarang kita menemui seseorang yang mau membantu kepada sesamanya dengan ikhlas.
Kita terkadang lupa bahwa dengan membantu orang lain untuk menggapai harapannya adalah memperkaya diri kita, tidak saja menambah pahala kita (mengutip pada ajaran agama) tetapi yang terlebih penting lagi adalah menambah pertemanan kita dengan orang lain yang sebenarnya menambah jejaring (networking) kita. Dengan bertambahnya jejaring pertemanan secara tidak sadar kita membuat jembatan kesuksesan bagi diri kita.
Jangan pernah kita berpikir bahwa tidak membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan kita hanya sekedar tidak diperolehnya manfaat langsung ataupun penghargaan kepada diri kita. Demikian pula sebaliknya janganlah kita mengingat apa yang telah menjadikan kesakitan hati kita akibat perbuatan orang lain.
Sedapat mungkin tanamkan dalam paradigma hidup kita tolonglah orang lain yang membutuhkan pertolongan kita dengan ikhlas tanpa meminta imbalan. Jangan pernah terpikir dalam benak kita untuk mengingat perbuatan baik yang pernah kita perbuat pada orang lain, tetapi “hilangkan dalam ingatan kita perbuatan baik yang pernah kita perbuat” seperti kita menuliskan sebuah kalimat di atas pasir yang gampang hilang akibat tiupan angin. Biarkan orang lain yang menilai perbuatan baik yang kita perbuat pada orang lain.
Apabila ada seseorang yang pernah menolong diri kita, ingatlah perbuatan itu seperti kita menatahkan sebuah kalimat di atas bongkahan batu yang tidak akan hilang karena hanya tiupan angin.

Selasa, 25 Maret 2008

METERI KULIAH 3

Posted by WAHYU KRISNANTO 06.10, under | 1 comment

Silahkan anda download pada alamat berikut: http://www.4shared.com/file/41895229/ed34995d/KULIAH_3.html

Sabtu, 15 Maret 2008

MATERI KULIAH 2

Posted by WAHYU KRISNANTO 05.44, under | No comments

materi kuliah 2 pendidikan kewarganegaraan dapat anda download melalui alamat berikut http://www.4shared.com/file/40856615/b9946732/KULIAH_2.html